Kawasan Desa Nila di Kabupaten Klaten

Kawasan Desa Nila di Kabupaten Klaten secara  resmi dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Bapak Bibit Waluyo pada tahun 2009, mencakup 5 desa yaitu Nganjat, Ponggok, Jimus, Janti dan Jeblog . Empat desa pertama berada di Kecamatan Polanharjo dan desa kelima berada di Kecamatan Karanganom. Kawasan pembenihan dikonsentrasikan di desa Jimus dan Jeblog, kawasan wisata kuliner serba ikan (pemasaran) dikonsentrasikan di desa Janti, sedangkan pembesaran Nila di kolam air deras dikonsentrasikan di desa Nganjat dan Ponggok.

Melihat pesatnya perkembangan Desa Nila, sesuai masterplan yang sedang disusun direncanakan mulai tahun 2012 Kawasan Desa Nila diperluas menjadi 8 desa dengan penambahan 3 desa lagi yaitu Daleman dan Wunut yang berada di Kecamatan Tulung, serta Sidowayah yang berada di Kecamatan Polanharjo. Sehingga total Kawasan Desa Nila yang akan dikembangkan mencakup 3 kecamatan yaitu Karanganom, Tulung dan Polanharjo (direncanakan disingkat “KALUNGHARJO”). Strategi pengembangan secara makro masih menggunakan sistem sentralisasi kawasan yang ditetapkan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa dengan perincian :

  • Sentra Pembenihan : Jimus, Daleman, Wunut dan Sidowayah
  • Sentra Pemasaran : Janti dan Sidowayah
  • Sentra Pembesaran : Nganjat, Ponggok, Jeblog dan Daleman
  • Sentra Pengolahan : Jeblog dan Nganjat

Secara mikro, pengelolaan setiap desa tetap bisa dikembangkan secara hulu-hilir (cluster) mulai dari kegiatan pembenihan, pemasaran, pembesaran dan pengolahan. Diharapkan setiap desa mampu bersinergi dan memperkuat satu dengan lainnya untuk mensukseskan program pengembangan Kawasan Desa Nila, menuju masyarakat Jawa Tengah yang lebih sejahtera sesuai program Gubernur Jawa Tengah, Bapak Bibit Waluyo yaitu “Bali nDeso mBangun Deso”.

 

Share this:

BENIH NILA MERAH STRAIN BARU “ LARASATI “

BENIH NILA MERAH STRAIN BARU “ LARASATI “

(Nila Merah Strain Janti)

 

Tilapia Broodstock Center

Satker PBIAT Janti – Klaten

 

Anda pernah mendengar istilah ”Kakap Merapi” atau ”Sop Kepala Kakap”?. Istilah tersebut banyak kita jumpai di rumah makan pancingan atau warung-warung tenda di Jawa Tengah. Terlintas di benak kita adalah Kakap Merah hasil tangkapan dari laut. Namun sebenarnya istilah tersebut adalah nama lain dari Nila Merah. Sepintas bentuk dan warna Nila Merah (Oreochromis sp.) memang mirip dengan Kakap Merah (Lutjanus sp.), namun sebenarnya jauh berbeda. Mungkin karena harganya relatif lebih mahal dibanding Nila Hitam dan warnanya cenderung lebih disukai konsumen yang membuat orang mensejajarkan Nila Merah dengan Kakap Merah. Atau strategi pemasaran dari pedagang untuk lebih mendongkrak harga Nila Merah di pasaran. Apapun alasannya Nila Merah menjadi semakin populer dalam sepuluh tahun terkhir.

Pada tanggal 23 Nopember 2009, Jawa Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah berhasil merelease Nila Merah strain baru yang diberi nama ” LARASATI ” (Nila Merah strain Janti), sebagai Benih Bermutu. Secara seremonial Larasati direlease oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Bp. Fadel Muhammad melalui SK No. KEP.79/MEN/2009. Nama Larasati diambil dari nama seorang dewi dalam tokoh pewayangan yang merupakan isteri dari Arjuna yang sangat terkenal. Dikatakan strain Janti karena kegiatan pemuliaannya dilakukan di Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti (Satker PBIAT Janti), terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Satker PBIAT Janti merupakan salah satu dari tiga satuan kerja di bawah Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Muntilan (BPBIAT Muntilan).

Kegiatan pemuliaan ikan Nila di Satker PBIAT Janti dimulai sejak tahun 2004 setelah Satker PBIAT Janti ditunjuk menjadi Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Regional (PPIINR) melalui SK Dirjen Budidaya No. 6378/DPB-1/PB.110.D1/12/03. Pada tahap awal dimulai dengan mendatangkan ikan Nila berbagai strain seperti Gift, Nifi, Singapura, Citralada dan Nila Putih. Kemudian pada tahun 2005 dilakukan perkawinan secara inbreeding dan cross breeding untuk mendapatkan gambaran performa benih yang dihasilkan. Pada tahun 2006 diketahui persilangan (cross breeding) antara induk strain Gift (GG) dan pejantan strain Singapura (SS) menghasilkan benih hibrid (GS) terbaik. Pemuliaan induk dilakukan menggunakan metode seleksi individu. Generasi pertama (F1) dihasilkan tahun 2006, generasi kedua (F2) tahun 2007 dan generasi ketiga (F3) tahun 2008. Berbagai uji terhadap benih hibrid (GS) generasi ketiga seperti uji pertumbuhan, multi lokasi, salinitas, dan hama penyakit dilakukan tahun 2008. Benih hibrid (GS) generasi ketiga inilah yang direlease pada tanggal 23 Nopember 2009 dengan nama Larasati.

Kegiatan pemuliaan ikan Nila di Satker PBIAT Janti dilakukan dalam 2 tahap :

Tahap I.  Seleksi Ikan Nila Merah Hibrida Terbaik

Tahap II. Perbaikan Induk dengan Seleksi Individu untuk Perbaikan Hibrida

Tabel 1.  Deskripsi ikan Nila Larasati ukuran konsumsi/dewasa :

I

Karakter Morfologi

1.1

Jumlah jari-jari sirip dorsal

D. XVII. 13

1.2

Jumlah jari-jari sirip perut

V. I. 5

1.3

Jumlah jari-jari sirip dada

P. 13 – 14

1.4

Jumlah jari-jari sirip dubur

A. III. 10 – 11

1.5

Jumlah jari-jari sirip ekor

C. II. 17 – 18

1.6

Jumlah Linea Lateralis (LL)

33 – 35

1.7

Lebar mata (cm)

1,54 – 1,70

1.8

Panjang Total (PT) (cm)

26,6 – 32,5

1.9

Panjang Standar (PS) (cm)

20,6 – 26,5

1.10

Tinggi Badan (TB) (cm)

9,7 – 11,0

1.11

Panjang Standar/Tinggi Badan (PS/TB)

2,12 – 2,40

1.12

Warna

Merah

 

 

II

Ketebalan Daging (cm)

4,75 – 4,90

 

 

III

Ratio Edible Portion (%) Larasati dengan bobot 1.000 – 1.300 g

3.1

Berat daging

46,4 – 53,0

3.2

Berat tulang

7,1 – 8,0

3.3

Berat kepala

18,5 – 20,0

3.4

Berat ekor

1,7 – 1,8

3.5

Berat sisik

1,2 – 2,1

3.6

Berat sirip

4,1 – 5,6

3.7

Berat organ dalam

14,4 – 16,1

IV

Deskripsi Larasati ukuran konsumsi/dewasa

4.1

Warna punggung

Merah orange

4.2

Warna perut

Putih kemerahan

4.3

Warna overculum

Kemerahan

4.4

Umur (hari)

130

4.5

Bobot pembesaran di kolam air tenang (g)

560 – 620

4.6

Bobot pembesaran di KJA selama 150 hari (g)

930,0 – 954,7

Larasati sebagai benih sebar telah teruji sebagai produk benih hibrid Nila Merah yang berkualitas unggul baik dipelihara di kolam, air tenang, air deras maupun keramba jaring apung (KJA). Larasati sangat digemari masyarakat karena cepat tumbuh, daging tebal, pertumbuhan seragam, SR tinggi (> 90%), FCR rendah (1,2 – 1,3), tahan terhadap perubahan lingkungan, dan secara laboratoris terbukti tahan terhadap bakteri Streptococcus agalactiae. Pengembangan budidaya Larasati masih terbuka luas baik pangsa pasar maupun lahan budidayanya. Kegiatan budidaya Larasati telah memberikan dampak positif terhadap sosial ekonomi masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang usaha dibidang budidaya serta terbukanya kawasan wisata kuliner.

Budidaya Larasati di Kabupaten Klaten sudah sangat berkembang terutama di kawasan minapolitan Desa Nila KALUNGHARJO (meliputi 8 desa di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Karanganom, Tulung dan Polanharjo). Ikan konsumsi yang dihasilkan dipasarkan ke beberapa wilayah seperti Solo, Yogyakarta, Semarang, dan wilayah lain ex-Karesidenan Surakarta. Untuk wilayah Klaten sendiri terutama dipasarkan di kawasan wisata kuliner Janti dan Rowo Jombor. Sampai tahun 2010 jumlah rumah makan/pancingan yang menyajikan menu serba ikan di Janti berjumlah sekitar 45 buah dan menyerap tenaga kerja sekitar 250 orang, serta di Rowo Jombor berjumlah sekitar 25 buah dan menyerap tenaga kerja sekitar 250 orang.

Tabel 2. Target Produksi Perikanan Budidaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 – 2014

KOMODITAS

2010

2011

2012

2013

2014

Udang Windu

5.327

5.758

6.343

7.327

8.664

Udang Vaname

4.042

4.824

6.048

6.687

8.040

Rumput Laut

84.053

128.694

200.146

312.767

492.814

Kerapu

7

10

11

14

20

Bandeng

58.693

70.107

80.568

94.679

108.740

Kakap

-

-

-

-

-

Nila

29.449

37.763

46.732

57.681

65.965

Patin

750

1.431

2.354

3.335

5.009

Mas

5.997

6.746

7.643

8.707

10.377

Gurame

7.567

9.040

10.780

12.830

15.315

Lele

43.926

70.362

95.526

125.333

166.938

Lainnya

46.200

52.800

66.100

74.000

75.000

JUMLAH

286.011

387.535

522.251

703.360

956.882

Satuan : ton

Sampai dengan tahun 2014, proyeksi kebutuhan benih dan induk ikan Nila sangat besar agar target produksi yang telah direncanakan dapat tercapai.

Tabel 3.   Proyeksi Kebutuhan Benih dan Induk Ikan Nila Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 – 2014

Tahun

Target Produksi (ton)

Keb. Benih (ekor)

Keb. Induk (paket)

2010

29.449

110.434.000

614

2011

37.763

141.612.000

787

2012

46.732

175.245.000

974

2013

57.681

216.304.000

1.202

2014

65.965

247.369.000

1.375

1 paket induk = ♀ 300 ekor dan ♂ 100 ekor

Untuk mencapai target produksi di atas, Satker PBIAT Janti memiliki tugas untuk menyediakan benih dan calon induk berkualitas yang akan digunakan untuk memproduksi benih Larasati. Benih dan calon induk yang telah dihasilkan dari kegiatan pemuliaan (broodstock program) secara bertahap telah disebarluaskan kepada BBI Lokal dan UPR ke kabupaten/kota di Jawa Tengah. Diharapkan dengan penggunaan benih dan calon induk yang berkualitas akan mempercepat peningkatan produksi ikan Nila dan mendukung industrialisasi perikanan budidaya.

Selain release Larasati, pada tanggal 6 Januari 2011 Satker PBIAT Janti dinyatakan lulus Sertifikasi Cara Perbenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dengan predikat SANGAT BAIK (EXCELLENT). Adanya release Larasati dan sertifikat CPIB menunjukkan jaminan mutu dari Satker PBIAT Janti dalam hal produksi benih dan calon induk yang berkualitas bagi masyarakat.

Info Pemesanan Calon Induk Nila :

Sutarno ( 085642203402 )

Toni Kuswoyo ( 085643146859 / 081392025819 )

Satker PBIAT Janti

Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. 552947.

Telp./Fax. (0272) 552947

Sekilas Tentang Satker PBIAT Janti – Klaten

A.   Pengantar

            Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten merupakan salah satu dari tiga Satuan Kerja Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Satker PBIAT Janti terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Dibangun pada tahun 1979 di atas lahan seluas 2,89 hektar. Luas kolam 1,7 hektar (60%), bangunan dan ruang terbuka 0,98 hektar (30%) dan saluran 0,21 hektar (10%), dengan ketinggian tempat ± 203 meter dpl. Sumber air berasal dari Umbul Nilo dan Umbul Wunut melalui saluran irigasi teknis yang mengalir sepanjang tahun dengan debit berkisar 25 – 40 l/dt dan kualitas yang cukup, sehingga ideal bagi kegaitan perbenihan ikan. Meningkatnya kebutuhan ikan Nila Merah untuk kebutuhan ekspor maupun konsumsi masyarakat merangsang berkembangnya budidaya ikan Nila Merah, baik di Karamba Jaring Apung (KJA) maupun pada kolam. Perkembangan ini mendorong meningkatnya kebutuhan benih baik secara kuantitas maupun kualitas. Sejalan dengan hal tersebut dan dengan pemanfaatan potensi yang ada maka Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten mengembangkan perbenihan ikan Nila Merah secara intensif baik melalui perbenihan sistem Janti maupun sistem Sapih Benih.

Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 yang memuat tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Satker PBIAT Janti – Klaten memiliki tugas pokok diantaranya adalah untuk memperbaiki mutu genetik induk dan mensuplai benih Nila Merah yang bermutu. Sampai saat ini, Satker PBIAT Janti – Klaten belum dapat memenuhi kebutuhan benih bagi masyarakat pembudidaya khususnya di wilayah Ex Karesidenan Surakarta, sehingga masih sangat dimungkinkan untuk dilakukan upaya-upaya peningkatan produksi melalui pembenahan sarana dan prasarana yang sudah ada dan menambah serta memperbaiki mutu induk untuk menghasilkan benih bermutu.

Dalam rangka perbaikan mutu genetik induk, sejak bulan Oktober 2004 sampai sekarang masih terus dilakukan kegiatan selektif Breeding. Pada tahun 2009 telah dihasilkan induk F3, yaitu jantan putih dan betina hitam. Hasil persilangan/hibridisasi keduanya menghasilkan Benih Nila Merah Hibrid Janti. Pada tanggal 29 Juni 2009, benih hibrid tersebut dievaluasi oleh Pusat Riset Perikanan Budidaya DKP, kemudian direlease oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 23 Nopember 2009 dan diberi nama “LARASATI”.

Pada tanggal 11 Oktober 2012, induk Pandu dan Kunti (F5) dievaluasi oleh Balitbang KP beserta Tim Penilai Pusat lainnya. Alhamdulillah pada tanggal 27 Desember 2012, Kepmen Pelepasan Induk Ikan Nila Jantan PANDU dan Induk Ikan Nila Betina KUNTI (KEPMEN KP No. KEP. 48/MEN/2012) telah ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

B.   Tugas Pokok dan Fungsi

Adapun tugas pokok dan fungsi dari Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan penyediaan benih dan calon induk bermutu;
  2. Melaksanakan kaji terap teknologi perbenihan;
  3. Melaksanakan pengawasan, pengendalian hama penyakit ikan;
  4. Melaksanakan sebagian tugas teknis Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan;
  5. Melaksanakan tugas ketatausahaan.

Untuk melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi serta tugas-tugas pelayanan, Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten didukung oleh 16 orang PNS dan 2 orang tenaga honorer, yang terdiri dari 1 orang pimpinan, 15 orang petugas teknis lapangan dan 2 orang tenaga administrasi.

C.   Keadaan Umum 

  • Ketinggian tempat             :    203 meter dpl
  • Kemiringan tanah              :    2 – 3 %
  • Jenis tanah                        :    Tanah Berpasir
  • Sumber Air                        :    Umbul Nilo dan Umbul Wunut
  • Suhu Air                            :    25 – 30 °C
  • PH Air                                :    7 – 7,5
  • O2 terlarut                         :    5,5 – 7,2 ppm
  • Debit Air                            :    25 – 40 liter/detik

 

D.   Keadaan Fisik

1.    Luas Areal  =  2,89 hektar, terdiri dari:

  • Kolam                                    :    1,70 hektar (60%)
  • Bangunan & ruang terbuka   :    0,98 hektar (30%)
  • Saluran                                 :    0,21 hektar (10%)

2.    Fasilitas-Fasilitas yang ada:

Fasilitas Pokok

NO

JENIS

JUMLAH

LUAS

1.

Kolam Pendederan

30 buah

12.590,32 m2

2.

Kolam Pembesaran

9 buah

3.738,49 m2

3.

Kolam Pemberokan Benih

4 buah

550 m2

4.

Bak Pemijahan (Ketekan)

15 buah

450 m2

5.

Bak Pemberokan Pejantan

22 buah

55 m2

6.

Bak Pemberokan Induk

22 buah

182 m2

7.

Bak Karantina

2 buah

98 m2

8.

Bak Penelitian

8 buah

310,17 m2

9.

Bak Filterisasi

1 unit

54 m2

10.

Hatchery

1 unit

112 m2

11.

Laboratorium

1 unit

48 m2

12.

Gudang Pakan

1 unit

24 m2

13.

Peralatan Perbenihan

1 unit

-

14.

Peralatan Penangkapan

2 unit

-

15.

Gudang (Genset)

1 unit

190 m

Fasilitas Pendukung

NO

JENIS

LUAS

1.

 Gedung Kantor

180 m2

2.

 Rumah Dinas Pimpinan

70 m2

3.

 Kopel (Rumah Dinas Karyawan)

72 m2

4.

 Asrama

90 m2

5.

 Aula (Ruang Pertemuan)

120 m2

6.

 Bangsal Penjualan Benih Ikan

90 m2

7.

 Loket Penjualan

4 m2

8.

 Rumah Jaga

18 m2

9.

 Musholla

12 m2

10.

 Gudang Alat-Alat Penangkapan

18 m2

11.

 Garasi

35 m2

12.

 Gudang Alat-Alat Perbenihan

15 m2

Guna mendukung kelancaran operasional transportasi, Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten dilengkapi dengan:

  • 1 Unit Kendaraan Kijang Pick Up
  • 2 Unit Sepeda Motor

E.    Organisasi  

SDM yang ada di Satker PBIAT Janti – Klaten berjumlah 18 orang, yang terdiri dari 16 orang PNS dan 2 orang tenaga honorer, dengan klasifikasi sebagai berikut:

  • Sarjana              :           5 orang
  • D-III                   :           1 orang
  • SLTA                  :           7 orang
  • SLTP                   :           3 orang
  • SD                        :           2 orang

Untuk melaksanakan kegiatannya Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten membagi tugas dan tanggung jawab kepada seluruh SDM yang ada sebagai berikut:

NO

NAMA / NIP

GOL / RUANG

PEND

STATUS

I.       Pimpinan

1.

Ir. SutarnoNIP. 19630102 199103 1 009

III / D

Sarjana

PNS

II.    Sub Bag. Administrasi

1.

Sartono, SP.NIP. 19610427 198803 1 002

III / B

Sarjana

PNS

2. Dwi W Siwi HastutiNIP. 19700626 200701 2 012 II / B Sarjana PNS
III.  Sie. Produksi

1.

Warnoto, SH.NIP. 19590428 198603 1 006

III / B

Sarjana

PNS

2.

Sih Martoyo, A.Md.NIP. 19721101 200003 1 004

II / D

D-III

PNS

3.

SuparsihNIP. 19641020 199009 2 001

III / A

SPMA

PNS

4.

SukirNIP. 19611114 199303 1 002

III / A

STM

PNS

5.

KuatnoNIP. 19631105 200604 1 004

II / A

SLTA

PNS

6.

Drs. Wahyudi Budi S.NIP. 19650520 200701 1 013

III / A

Sarjana

PNS

7. Lagiman

-

SD

Tenaga Honorer

8. Jaeno

-

SD

Tenaga Honorer

IV.  Sie. Pengendali Mutu

1.

Toni Kuswoyo, S.Pi., M.P.NIP. 19820201 200903 1 005

III / B

Sarjana

PNS

2.

Ign. SukarminNIP. 19590209 198003 1 004

III / B

STM

PNS

V.    Sie. Pemasaran

1.

SupriyanaNIP. 19680627 198803 1 002

III / B

SLTA

PNS

2.

Joko Abu PanutNIP. 19600912 199001 1 001

II / C

SLTP

PNS

Tugas dan Wewenang:

Pimpinan Satker

  1. Menetapkan sistem jaminan mutu dan memberikan pengarahan dan keyakinan agar sistem jaminan mutu dapat dipahami dan dilaksanakan oleh semua karyawan
  2. Bertanggung jawab atas pelaksanaan sistem jaminan mutu

Kepala Sub Bagian Administrasi

  1. Melaksanakan kegiatan administrasi Satker PBIAT Janti – Klaten
  2. Membuat dokumen seluruh rencana dan pelaksanaan kegiatan Satker PBIAT Janti – Klaten
  3. Melaksanakan pengelolaan keuangan Satker PBIAT Janti – Klaten
  4. Mendokumentasikan seluruh kegiatan pembelian dan penjualan yang dilakukan Satker PBIAT Janti – Klaten
  5. Menangani administrasi dan bertanggung jawab dalam identifikasi kebutuhan dan penyelenggaraan peningkatan keterampilan karyawan Satker PBIAT Janti – Klaten

Kepala Seksi Produksi

  1. Merencanakan kegiatan produksi benih ikan sesuai permintaan pelanggan
  2. Merencanakan jumlah kebutuhan sarana produksi dan waktu penggunaannya
  3. Membuat dokumentasi seluruh kegiatan dalam proses produksi
  4. Menangani dan membuat dokumentasi semua keluhan pelanggan

Kepala Seksi Pengendali Mutu

  1. Memprakarsai kegiatan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian yang berkaitan dengan produk, proses dan sistem mutu
  2. Mengidentifikasi dan merekam/mencatat setiap masalah yang berkaitan dengan produk
  3. Memprakarsai, menyarankan atau memberikan pemecahan masalah melalui jalur yang ditentukan
  4. Mengendalikan lebih lanjut pemrosesan perbaikan produk yang tidak sesuai, sampai kekurangan atau kondisi yang tidak memuaskan telah diperbaiki

Kepala Seksi Pemasaran

  1. Merencanakan dan melaksanakan identifikasi pasar
  2. Melakukan pencatatan pesanan dari pelanggan untuk disampaikan kepada Kasi Produksi
  3. Melakukan identifikasi persyaratan mutu produk dari pelanggan


F.   Kegiatan Yang Dilaksanakan

1.    Perbenihan Ikan

Meningkatnya kegiatan budidaya ikan mengakibatkan meningkatnya kebutunan akan benih ikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka kegiatan Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten masih tetap diarahkan pada kegiatan perbenihan ikan Nila Merah, dan telah dihasilkan Benih Nila Merah Hibrid Janti yang diberi nama “LARASATI”. Teknologi perbenihan ikan yang dilaksanakan Satker PBIAT Janti adalah dengan menggunakan Sistem Janti (pengetekan) dan Sistem Sapih Benih sebagaimana SPO dan Alur Produksi Nila Merah Janti.

2.    Kegiatan Pelayanan

  • Pelayanan penyediaan benih/induk bermutu baik;
  • Pelayanan kesehatan ikan;
  • Pelayanan informasi teknologi perbenihan dan infor-masi lainnya yang berkaitan dengan pembudidayaan.
  • Pelayanan Penelitian, magang dan PKL bagi mahasiswa, pelajar dan masyarakat

3.    Kegiatan Breeding Program (PPIINR)

Pada tanggal 11 Oktober 2012, Induk Pandu dan Kunti (F5) dievaluasi oleh

Sampai dengan saat ini, kegiatan Breeding Program (PPIINR) masih melanjutkan program tahun sebelumnya dan sudah dilaporkan ke Broodstock Center BBPBAT Sukabumi. Kegiatan tersebut antara lain:

  • Produksi Induk GGPS (F6) Pandu dan Kunti untuk pemuliaan lanjutan.
  • Perbanyakan dan hibah Induk GPS (F6) Pandu dan Kunti ke kabupaten se-Jawa Tengah.
  • Perbaikan performa benih Larasati (F6)

4.    Kegiatan Sertifikasi CPIB

Satker PBIAT Janti sudah melaksanakan sertifikasi CPIB dengan nilai A / Sangat Baik (EXCELLENT). Pada awal tahun 2014, sertifikasi CPIB tersebut akan diajukan untuk perpanjangan kembali. Direncanakan Satker PBIAT Janti juga akan mengajukan Sertifikasi ISO.

G. Rencana Pengembangan

Dalam upaya mengantisipasi pesatnya perkembangan pembudidaya ikan serta pentingnya peningkatan dan penyediaan benih dan induk yang berkualitas baik, maka rencana pengembangan yang akan dilaksanakan antara lain:

  1. Pemurnian induk ikan Nila melalui kegiatan Selective Breeding;
  2. Peningkatan sarana dan prasarana perbenihan;
  3. Pengembangan jaringan irigasi/sumber air.
  4. Diversifikasi komoditas (Lele, Karper, Gurami, Pangasius, Bawal dan Arwana Brazil).

Share this: